Pertemuan terindah,..

Monday, August 14, 2006
Pertemuan terindah,..

***********
Tentang sebuah pertemuan terindah,
Dikala senja memerah,...

***********

Di ujung sana raut kegelisahan terukir di wajah cantik
sang pujaan hati.

Sejurus kemudian, gelisahnya berganti senyum ceria,..
Seiring langkah sang hamba datang menyapa.

Sedikit aneh,
Sebab demikian cepat senyum itu menguap lalu berubah
mendung mengiring. Matanya mulai berkaca-kaca.

Duhai,
Makin kencang degup jantung ini,
Makin gelisah jiwa ini,
tatkala mendekati sang bunga yang tlah lama dinanti.
Cahaya dari wajah cantiknya belum lagi pudar.

Kuberi dia isyarat agar tetap di tempatnya berdiri.
Kubiarkan dia menatapku lirih dalam diamnya.

Lalu ditengah keheningan, kuberanikan diri bertanya;

"Tolong engkau jawab dengan jujur,..."
"Siapa yang pernah engkau sayangi sedemikian dalam?"

Pertanyaanku tak dijawabnya. Air matanya mulai
mengalir membasahi pipi.

"Dan siapa yang takkan pernah engkau lupakan kemanapun
angin bertiup membawamu?"

Tak jua terdengar sepatah katapun keluar dari
bibirnya. Hanya ada suara isak tangis yang makin
menjadi,....sungguh mengelisahkanku.

"Kini, siapakah yang tengah berdiri dihadapanku dengan
tangisan,...Yang tlah membuatku hampir sekarat, tapi
yang sekaligus tlah membuatku mampu menyibak sedikit
demi sedikit misteri Cinta?"

"Jika dia orang yang sama, yang pernah memakaikan
hamba sebuah cincin dengan seluruh harapan akan
keabadian Cinta Putihnya,...Maka bolehkah hamba
memeluk dan menciumnya?"

Seketika itu pula dia berlari menyambarku yang diam
terpaku. Pelukan erat dan tangisannya yang membahana
membuatku larut dalam gejolak jiwa tak tentu rimbanya.

"Maafin ela Pah,...maafin ela." Terbata-bata kalimat
muncul disela sedu sedan sang jelita.

....

Duhai,
Ini pertemuan yang paling indah dalam sejarah hidupku.

Aku bahkan tak pernah menyesali akan darah yang
tertumpah nanti, karena dengan lancangnya telah
menggenggam erat Bunga Mawar yang penuh duri,...

Karena Bunga Mawarku ini adalah bunga penuh karisma
Cinta,..

Yang diimpikan para pujangga dan musafir di tujuh
samudra,

Yang dicintai Nirwana dan para Dewa,

Dan yang terlahir untuk mencintai.

Sebab tak bijak mencintai sang Mawar tanpa mencintai
Duri yang membungkusnya. Sebab Mawar begitupun durinya
adalah entitas yang satu. Tak terbagi.

Dalamnya goresan luka,
Pun harum semerbak wewangiannya,
Semua itu menyenangkan jua;

Sbab disana, sang hamba telah belajar untuk
kemudian,...: Tercerahkan.

Pertemuan terindah,.. Reviewed by NajlA On Monday, August 14, 2006, at 11:21 AM Rating: 5
Saat ini kamu sedang membaca artikel "Pertemuan terindah,.." by NajLa pada hari Monday, August 14, 2006 waktu 11:21 AM, dalam kategori . Kamu boleh menyebarluaskan artikel Pertemuan terindah,.. ini dengan menyertakan link sumber dari blog ini. Mudah-mudahan Artikel Mengenai Pertemuan terindah,.. yang ada di blog pom-ponkini bisa bermanfaat bagi semuanya.

No comments: