Puisi Cinta Remaja : Kerinduan

Friday, April 10, 2009
Puisi Cinta Remaja : Kerinduan

Di bawah pepohonan itu aku melangkah dan langkah tanpa pasti
daun-daun berguguran bagai kupu-kupu tak mampu mempermainkan pikiranku
angin yang berhembus pun tak sanggup memetik dawai hatiku
tak ada suara tak ada gerak tak ada getaran di bibirmu yang kelu.

Hanya sebuah prasasti kita pernah bertemu, pernah merindu dan bercumbu
menyanyikan lagu di antara bunga merah jambu bercanda dalam lucu dan malu-malu
aku menyebut namamu kamu menyebutku di belakang namamu
lalu tiba-tiba semuanya menjadi bisu dan berkesudahan batu.

Tahun-tahun berganti aku selalu berkhayal masih denganmu
berdua-duaan di tempat-tempat kita berjanji bertemu
menghabiskan waktu seperti ada kamu
mengapa cinta yang terkubur tumbuh menjadi bunga rindu?

Bunga-bunga pun dibiarkan tanpa pemetik lalu layu
tragedinya ia menjadi biji yang sewaktu-waktu tumbuh kembali
kembali untuk mengubah kenangan dan memanggil masa lalu
tetapi kenangan adalah abadi, biarkanlah pergi ...

Kita sudah saling melupakan, sudah menghapus segala catatan
tetapi cinta yang menggores hati bekasnya tak kan hilang, seperti pahatan
menjadi prasasti yang sewaktu-waktu kita temukan dalam lamunan
dan membuat kita mabuk untuk bertemu, kepayang dalam angan-angan.

Lalu ku tak lagi mempermasalahkan bagaimana kamu datang
sebagai kerinduankah, kenangan, bayangan atau penjelmaan
kupejamkan mata, kamu mengetuk-ngetuk hatiku
kubukakan pintu, ku melihat bintang jatuh, kupanjatkan doa untukmu.

Sampai kini pun aku memanggilmu kekasih ...
ketika gerimis berlari kecil dan tubuhmu sedikit basah
pelangi di cakrawala kugunting untuk pita rambutmu
kutuliskan cinta lalu kubiarkan ia mengambang di airmatamu.

Bekas jejak kakimu telah ditumbuhi rerumputan dan bunga liar
dikerumuni embun pagi yang berlinangan bagai kenangan di sudut matamu
jejak-jejak yang semakin jauh tanpa pernah kupahami dan tak ingin kupahami
aku hanya ingin menemanimu melintasi fajar hingga senja dan bermalam dari musim ke musim.

Kamu masih di sini, di relung hati, seperti pertama kali bertemu, seperti juga terakhir kali bertemu
ruang di mana tak henti kubisikkan bujuk rayu membelai selembar demi selembar wangi rambutmu
aku hanya ingin menemanimu menghabiskan malam di keluasan langit memetik bintang-bintang
lalu merakitnya menjadi bros untuk kusematkan di dadamu, di dekat jantungmu ...

Tak terasa telah ribuan malam kulewati, sendirikah kamu berselimut langit sunyi
sambil memandangi rasi bintangmu aku bertanya apa yang terjadi padamu saat ini
angin malam ... tolong sampaikan salamku, lalu bacakanlah puisi ini padanya.

Ribuan malam seperti baru kemarin saja sebab cinta tak pernah menua
seperti juga dengan bayanganmu yang masih selincah dulu seceria terakhir bersua
bintang-bintang ... tolong taburkan cahayamu padanya jua, lalu ceritakanlah mimpi yang indah ...


Puisi Cinta Remaja : Kerinduan Reviewed by NajlA On Friday, April 10, 2009, at 8:13 PM Rating: 5
Saat ini kamu sedang membaca artikel "Puisi Cinta Remaja : Kerinduan" by NajLa pada hari Friday, April 10, 2009 waktu 8:13 PM, dalam kategori , . Kamu boleh menyebarluaskan artikel Puisi Cinta Remaja : Kerinduan ini dengan menyertakan link sumber dari blog ini. Mudah-mudahan Artikel Mengenai Puisi Cinta Remaja : Kerinduan yang ada di blog pom-ponkini bisa bermanfaat bagi semuanya.

No comments: