Puisi Cinta Remaja : Renungan Hati

Wednesday, December 9, 2009





Indahnya bisa menatap langit tanpa ada awan mendung yg menghalangi
Bahagianya bisa menyentuh angan dengan kedua tangan kita
Indahnya bisa menatap pelangi dilangit biru nan cerah setelah awan hitam menyelimuti
Bahagianya bisa menyentuh kehangatan langit

Awan mendung datang silih berganti
Terkadang aku bosan, terkadang aku tak percaya
Aku bosan mengapa aku disapa awan mendung disaat aku tak mengerti mengapa awan mendung itu tercipta
Aku tak percaya awan mendung datang begitu saja padahal aku baru saja disapa kehangatan langit

Masih adakah kesempatanku untuk menghilangkan awan mendung itu?
Masih pantaskah aku merasakan kehangatan langit?
Mungkinkah aku harus berlari mencari tempat untuk menyandarkan hatiku?
Ataukah aku harus pindah dari tempatku berpijak?

Tak adakah satu orangpun yg mau menemaniku disini dengan keadaanku sekarang?
Tak adakah jalan untuk mendapatkan kehangatan sejati langit?
Ya Tuhan, jika masih diberi kesempatan, izinkan aku bisa menyandarkan hatiku
Dan menemukan dari mana kehangatan sejati langit itu berasal


Puisi Cinta Remaja : Renungan Hati Reviewed by NajlA On Wednesday, December 9, 2009, at 6:52 AM Rating: 5
Saat ini kamu sedang membaca artikel "Puisi Cinta Remaja : Renungan Hati" by NajLa pada hari Wednesday, December 9, 2009 waktu 6:52 AM, dalam kategori , , . Kamu boleh menyebarluaskan artikel Puisi Cinta Remaja : Renungan Hati ini dengan menyertakan link sumber dari blog ini. Mudah-mudahan Artikel Mengenai Puisi Cinta Remaja : Renungan Hati yang ada di blog pom-ponkini bisa bermanfaat bagi semuanya.

No comments: