Puisi Cinta Remaja Terbaru : Cinta dan Kesetiaan
perjalanan yang tak pernah ku bayangkan
jalan yang panjang dan sangat melelahkan
perjuangan yang penuh derai air mata juga pengorbanan
menggapai angan dalam cinta dan kesetiaan
mempertahankan jalinan kasih juga karunia tuhan
tapi
aku selalu bersyukur memilikimu
karena hanya dirimu belahan hatiku
sampai nyawa meninggalkan ragaku
hanya dirimu pilihan hatiku
puisi oleh Dwi Sumarsi
-batas-
"awas kakimu digigit ikan, jangan masukkan kedalam air, sudah 1 minggu ini aku tak memberi mereka makan".
dan kau beranjak.
"awas jangan berdiri di tepi kolam, tanah liatnya mudah rapuh".
dan kau menatapku.
"kalau mundur tolong pelan-pelan, disitu ada pancing yang sedang kupasang untuk makan malam kita"
dan kau malah berjalan kearahku.
"mengapa ya mama gak percaya kalau aku dekat denganmu?" tanyamu.
"aku gak tahu" jawabku.
dan kau menempalkan bibirmu pada bibirku.
"mungkin mama gak rela anak gadisnya dicium anak nakal sepertimu" kau menjawab pertanyaanmu sendiri.
"astaghfirullah, bukan aku yang menciumnya" batinku.
powered by Puisi Cinta
perjalanan yang tak pernah ku bayangkan
jalan yang panjang dan sangat melelahkan
perjuangan yang penuh derai air mata juga pengorbanan
menggapai angan dalam cinta dan kesetiaan
mempertahankan jalinan kasih juga karunia tuhan
tapi
aku selalu bersyukur memilikimu
karena hanya dirimu belahan hatiku
sampai nyawa meninggalkan ragaku
hanya dirimu pilihan hatiku
puisi oleh Dwi Sumarsi
-batas-
"awas kakimu digigit ikan, jangan masukkan kedalam air, sudah 1 minggu ini aku tak memberi mereka makan".
dan kau beranjak.
"awas jangan berdiri di tepi kolam, tanah liatnya mudah rapuh".
dan kau menatapku.
"kalau mundur tolong pelan-pelan, disitu ada pancing yang sedang kupasang untuk makan malam kita"
dan kau malah berjalan kearahku.
"mengapa ya mama gak percaya kalau aku dekat denganmu?" tanyamu.
"aku gak tahu" jawabku.
dan kau menempalkan bibirmu pada bibirku.
"mungkin mama gak rela anak gadisnya dicium anak nakal sepertimu" kau menjawab pertanyaanmu sendiri.
"astaghfirullah, bukan aku yang menciumnya" batinku.
powered by Puisi Cinta



0 comments:
Post a Comment