Showing posts with label Puisi Indah. Show all posts
Showing posts with label Puisi Indah. Show all posts

Puisi Cinta Remaja : Mimpi Yang Terkikis


Puisi Cinta Remaja : Mimpi Yang Terkikis


“Ya Ilahi Rabbi, berat aku memilih
Di antara semua caranya
Tempat hati dipertautkan “Nya”
Dalam asa indah bersama fitrah “

Sebelum mentari itu terbenam
Sebelum hari kembali gelap kelam
Sebelum masaku habis tenggelam
Dan sebelum mataku akhirnya terpejam

Maafmu ku minta dan harapkan
Tulus hatimu yang telah ku abaikan
Cinta dan sayangmu yang sempat kulupakan
Oleh kemilau indah masa lalu yang mempesonakan

Aku yang lupa dari mana asalku
Berpaling hati kepada cerita semu
Tak layak aku mengharapkan kasihmu
Karena aku yang telah hiyanati sayangmu

untukmu
(sepenggal mimpi yang terkikis)

puisi oleh Tyara Firstanty

powered by Puisi Cinta
Description: Puisi Cinta Remaja : Mimpi Yang Terkikis Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Mimpi Yang Terkikis

Monday, December 5, 2011 0 comments

Puisi Cinta : Aku Pilih Kamu Ada Maksutnya




Aku pilih kamu ada maksutnya
Seperti takdir membedakan warna kulit setiap bangsa
Hanya DIA saja, yang Maha Mampu Segalanya
Terasa indah jika inginku bertandakan hijau dariNYA

Aku pilih kamu ada maksutnya
Andai coba ku berpaling paksa
Hati perlahan takkan sempurna
Sakit bahkan sesakit tertusuk beling kaca

Bukankah bunga wisteria 10 hari baru keluar daun muda
Aku dibuat menunggu dalam kesunyian musim semi
Jika masih ada harapan, jatuhkan putikmu kanda
Lebih baik aku menjadi bunga sedap malam yang merindukan bulan
Description: Puisi Cinta : Aku Pilih Kamu Ada Maksutnya Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta : Aku Pilih Kamu Ada Maksutnya

Friday, December 11, 2009 0 comments

Puisi Cinta Remaja : Renungan Hati






Indahnya bisa menatap langit tanpa ada awan mendung yg menghalangi
Bahagianya bisa menyentuh angan dengan kedua tangan kita
Indahnya bisa menatap pelangi dilangit biru nan cerah setelah awan hitam menyelimuti
Bahagianya bisa menyentuh kehangatan langit

Awan mendung datang silih berganti
Terkadang aku bosan, terkadang aku tak percaya
Aku bosan mengapa aku disapa awan mendung disaat aku tak mengerti mengapa awan mendung itu tercipta
Aku tak percaya awan mendung datang begitu saja padahal aku baru saja disapa kehangatan langit

Masih adakah kesempatanku untuk menghilangkan awan mendung itu?
Masih pantaskah aku merasakan kehangatan langit?
Mungkinkah aku harus berlari mencari tempat untuk menyandarkan hatiku?
Ataukah aku harus pindah dari tempatku berpijak?

Tak adakah satu orangpun yg mau menemaniku disini dengan keadaanku sekarang?
Tak adakah jalan untuk mendapatkan kehangatan sejati langit?
Ya Tuhan, jika masih diberi kesempatan, izinkan aku bisa menyandarkan hatiku
Dan menemukan dari mana kehangatan sejati langit itu berasal
Description: Puisi Cinta Remaja : Renungan Hati Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Renungan Hati

Wednesday, December 9, 2009 0 comments

Puisi Cinta Islam : Aku Hanya Sekali Mencinta




Aku hanya sekali mencinta

PadaMu disetiap sujudku

Menjerit tak bersuara disepetiga malam

Bicara indah dalam alunan mushab
Description: Puisi Cinta Islam : Aku Hanya Sekali Mencinta Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Islam : Aku Hanya Sekali Mencinta

0 comments

Puisi Cinta : Kau yang jawab



Kau yang jawab
Dengan matamu yang sembab
Hampir jatuh tubuhmu terjerembab
di tanah yang lembab

Tak ada sinar, selain cahaya bulan.
Berteman dengan jentik menawan
Kau menggigil kedinginan

Angin malam menyayat hingga sendi tulang belakang.
Ternyata Kau menyukai malam di ilalang.Description: Puisi Cinta : Kau yang jawab Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta : Kau yang jawab

Saturday, December 5, 2009 0 comments

Puisi Cinta Remaja : September duaribusembilan

Puisi Cinta Remaja : September duaribusembilan

Dipenghujung senja kita duduk mengamit surya
Sambil genggam cintamu, dekap erat di dada
Tanya September inikah semua tiba
Usaikan bimbang dan gundah akan bait kata

Sinilah merapatku erat tuntaskan cawan hati dalam yakin
Sebentar lagi purnama mengait bathin
Biar saja kita disini bertemaram gugus bintang
Karena kuingin selalu bersamamu
Hingga penghujung nafasku

-endro-Description: Puisi Cinta Remaja : September duaribusembilan Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : September duaribusembilan

Sunday, September 6, 2009 0 comments

Puisi Cinta Remaja : Berlagu Hatiku

Berlagu Hatiku

Oleh : Amir Hamzah

Bertangkai bunga kusunting
Kujunjung kupuja, kurenung
Berlagu hatiku bagai seruling
Kukira sekalini mengecap untung

Dalam hatiku kuikat istana
Kusemayamkan tuan di geta kencana
Kuhamburkan kusuma cempaka mulia
Kan hamparan turun dewi kakanda

Tetapi engkau orang biasa
Merana sahaja tiada berguna
Malu bertalu karena aku
Ganjil terpencil berpaut kedahulu

(Buah Rindu, 1941)


Biografi Singkat :

1911 Lahir di Binjai, Sumatera Timur
1921 Masuk HIS di Tanjungpura
1924 Masuk MULO di Medan, setelah lulus kemudian masuk AMS di Solo
1937 Karangannya “Nyanyi Sunyi” terbit dalam “Pujangga Baru”
1938 Dinikahkan dengan Kamalia, kemudian diangkat menjadi Pangeran.
1939 Kumpulan sajak terjemahan “Setanggi Timur” terbit.
1941 Kumpulan sajak-sajaknya dikumpulkan dalam “Buah Rindu”
1946 Wafat dalam suatu kerusuhan yang disebut “Revolusi Sosial” di Langkat
1977 Diberikan gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah RI.

Pustaka :

Amir Hamzah. S. Takdir Alisjahbana. Dian Rakyat. 1996Description: Puisi Cinta Remaja : Berlagu Hatiku Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Berlagu Hatiku

Friday, August 21, 2009 0 comments

Puisi Cinta Remaja : Aku Bersujud .....

Puisi Cinta Remaja : Aku Bersujud .....

Aku bersujud dalam keakuan yang terbuang 
melepas jiwa dari kemunafikan jubah 
tempat bersembunyinya amarah
 
Aku bersujud dalam kelapangan 
agar hatiku mampu menerima segala bentuk dan rupa 
bagai padang rumput bagi sekawanan rusa
 
Aku bersujud dalam kebahagiaan tak terperi 
atas tuangan penuh kasih 
yang membanjiriku 
yang membasuh jiwa dari segala resah
 
Aku bersujud dalam rasa syukur 
dan kudapati keindahan diri naik ke ufuk jiwa 
memancarkan cinta yang cahayanya berpendar-pendar
 
Aku bersujud merunduk dalam asa 
kan Kau berkahi dalam setiap dimensi 
Kau beri penglihatanMu agar bening hatiku selalu
 
 
*saat-saat yang kurindukan, masih dalam perjalanan*

Description: Puisi Cinta Remaja : Aku Bersujud ..... Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Aku Bersujud .....

Monday, May 25, 2009 0 comments

PUISI CINTA REMAJA : SENJA DIKOTA SINJAI

PUISI CINTA REMAJA : SENJA DIKOTA SINJAI


Senja menepi dibukit yang rapuh
Senja menaruh dalam sipit malam
Senja menabur bibit diladang CINTA
Senja dikota Sinjai

Derai tawa menyeruai dalam hening
Derai sumringah menghaturkan manis
Derai benih menuai CINTA
Derai cantik dikota Sinjai

Senja seketika berwarna merah
Senja seketika menghardik jiwa yg hampa
Senja seketika menghiasi rupa yg cantik
Indahnya Senja dikota Sinjai

-lunanfa-
"boleh aku bersandar dibahu kakak?...pertanyaan itu tidak wajib aku jawab" (cuplikan cerpen)Description: PUISI CINTA REMAJA : SENJA DIKOTA SINJAI Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: PUISI CINTA REMAJA : SENJA DIKOTA SINJAI

Friday, May 15, 2009 0 comments

Puisi Cinta Remaja : Bunda Ku sayang - Mei 2009

Puisi Cinta Remaja : Bunda Ku sayang - Mei 2009

Senyuman tulus murni
Selalu menyinari nurani
Memberi cinta sejati
Kepada kami sang buah hato

Cinta kasihmu sepanjang hari
Tak mungkin terganti
Pribadi ikhlas melayani
Memberi kesejukan hati

Seperti matahari
Terus menyinari sepanjang hari
Pengorbanan yang tidak terperi
Hanya untuk sang buah hati

Bunda ku sayang
Cintamu bagai bintang
Membuat gelap ku jadi terang
Kau beri kasih tak terbilang
Bunda ku sayang
Kau berjuang tanpa lelah
Membimbing ku tentang arah
Peluk hangat saat ku datang

Bunda ku sayang
Sembah bakti ku
Ku tujukan kepadamu
Karena kau lah yang tersayang



Cimanggis-Depok 26 Agustus 2007 22:08
Erwin AriantoDescription: Puisi Cinta Remaja : Bunda Ku sayang - Mei 2009 Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Bunda Ku sayang - Mei 2009

Saturday, May 2, 2009 0 comments

Puisi Cinta Remaja : Rabb....

Rabb....

Pada satu detak ku merunduk terdiam merasai tajam panah lirik-lirik mu
terhempas berpuing-puing, berserakan menekuri rumput-rumput hijau yang pernah tertetesi embun mu
kembali, mendulang persabungan di arena yang tak pasti

Rabb....
Melata kuraba denyut nadi yang terbata-bata
mengapa 'Kau' cipta?
bila hanya menguras air mata yang melimpah!
mengapa 'Kau' tumbuhkan?
bila hanya untuk ditertawakan!
mengapa 'Kau' sibak?
bila hanya lara yang terkuak!

Rabb....
kusapukan ingatan di rantai duri yang mencekik
kuregang tambang yang melilit leher ruhiyah
kutepis surai mimpi di kelambu hitam gundah
kutebas bisikan-bisikan halus yang kerap mendedah

Aku adalah pengemis yang singgah di muara cadas
seorang budak renta dan tak bertuan
mengais-ngais sekuntum merekah
buta kornea, meremas duri yang bergetah

Rabb....
parasku bertabur kerlip bintang diantara segerombolan awan yang memutih
dipuja, disanjung karena Suara-Mu yang terusung
pernahkah daun telinga mereka mendengung?? ?

Aku yang terburai rapuh, mengeja syair-Mu bersimbah darah air mata, menghunus pedang ulu hati, meratap, mengeluh lenguh membelah sepertiga gulita
tiada daya....meluruh bagai gerimis di terik yang mendidih

Rabb....
Hampa dan lelah kutuai dengan sempurna
jelas terbaca, jiwa kerdil berpetualang dalam lipatan-lipatan hari yang berpelangi dalam bias tersembunyi
tergelak lepas menatap kulit-kulitku yang perih mengelupas

Rabb....
Izinkan aku mengikis segalanya
sebelum matahari, rembulan dan gemintang memadamkan sinarnya
dan sebelum aku terdampar di balik nisan-Nya...Description: Puisi Cinta Remaja : Rabb.... Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Rabb....

Monday, April 27, 2009 0 comments

Puisi : Tuhan

Puisi : Tuhan

Tuhan
Tuhan magnify
Tuhan
Bimbing aku menapaki setiap goresan takdirku
Buat aku mengerti makna di dalam nafasku
Berilah sabar atas semua yang terjadi
Biarkan aku selalu bersyukur atas semua yang ada

Tuhan
Aku terkadang lemah
mempertanyakan tentang keberadaanmu
Meragukan uluran tanganmu disetiap deritaku
Melupakan mu disetiap Gembiraku

Tuhan
Aku ini manusia tak berilmu
Yang selalu merasa semua adalah karenaku
Terkadang aku lupa menghadirkanmu dalam hidupku
Terlalu bodoh menyingkap takdir yang kau berikan

Tuhan
Ijinkan aku bersukur atas semua pemberianmu
Ijinkan Aku mendekat dan mencintaimu
Ijinkan aku merasakan keberadaanmu
Ijinkan aku Memujamu dan berbakti padamu

Terimakasih tuhan
Atas Nafas dan Kehidupan yang kau beri
Semua goresan takdir yang terlewati
Semoga hati ini bisa selalu memujimu
Kini ku yakin kau selalu ada untuku

Trimakasih Tuhanku..... .........

Depok, april 2009
Erwin ariantoDescription: Puisi : Tuhan Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi : Tuhan

Friday, April 10, 2009 0 comments

Puisi : Tuhan

Puisi : Tuhan

Tuhan
Tuhan magnify
Tuhan
Bimbing aku menapaki setiap goresan takdirku
Buat aku mengerti makna di dalam nafasku
Berilah sabar atas semua yang terjadi
Biarkan aku selalu bersyukur atas semua yang ada

Tuhan
Aku terkadang lemah
mempertanyakan tentang keberadaanmu
Meragukan uluran tanganmu disetiap deritaku
Melupakan mu disetiap Gembiraku

Tuhan
Aku ini manusia tak berilmu
Yang selalu merasa semua adalah karenaku
Terkadang aku lupa menghadirkanmu dalam hidupku
Terlalu bodoh menyingkap takdir yang kau berikan

Tuhan
Ijinkan aku bersukur atas semua pemberianmu
Ijinkan Aku mendekat dan mencintaimu
Ijinkan aku merasakan keberadaanmu
Ijinkan aku Memujamu dan berbakti padamu

Terimakasih tuhan
Atas Nafas dan Kehidupan yang kau beri
Semua goresan takdir yang terlewati
Semoga hati ini bisa selalu memujimu
Kini ku yakin kau selalu ada untuku

Trimakasih Tuhanku..... .........

Depok, april 2009
Erwin ariantoDescription: Puisi : Tuhan Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi : Tuhan

0 comments

Puisi Cinta Remaja : Pernah

Puisi Cinta Remaja : Pernah


Pernah kamu katakan
Mari sini aku peluk erat dan lama
Pernah kamu katakan
Kamu gak kemana mana dan
masih ada di hatiku
Pernah kamu katakan
sebut namamu dan kamu akan datang
bahkan dalam mimpiku

Sayang, semua itu masih melekat
dalam merahnya hatiku
matakupun menerawang jauh
betapa kita pernah dalam satu
keinginan yang sama
betapa kita pernah
merenda hari bersama bak pengantin baru
yang takkan terpisahkan lagiDescription: Puisi Cinta Remaja : Pernah Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Pernah

0 comments

Puisi Cinta Remaja : Puisi Untuknya

Puisi Cinta Remaja : Puisi Untuknya

Cinta itu tak dapat dipungkiri
Bercokolnya selalu di dalam hati
Masuk mengendap-ngendap tanpa permisi
Atau menyergap mendobrak tanpa disadari

Cinta yang telah lama terpendam
Akarnya begitu kuat menghunjam
Tak sedikit orang yang kehilangan malam
Terjaga dengan mata tak dapat terpejam

Aku berlindung kepadaNya agar tak dibuai cinta
Walau tak kupungkiri hati ini telah terbuai olehnya
Satu-satunya cara adalah membuat jarak dengannya
Aku di sini dan ia di sana di rumahnya

Mudah-mudahan hatiku terjaga dengan sementara jauh darinya
Kutitipkan cinta kepada yang menciptakanNya
Karena dialah yang berhak untuk berikan kepada yang dikehendakiNya
Tapi di sudut lain, aku bersimpuh berdoa kepadaNya

Agar cinta itu tak diberikan kepada siapa-siapa
Karena aku ingin hidup bersamanya
Merajut hidup penuh berkah dalam sakinah mawaddah wa rahmah
Di jalan kehidupan yang panjang dan tak mudah
Mudah-mudahan doa ini diijabah dan cintapun bersemi indahDescription: Puisi Cinta Remaja : Puisi Untuknya Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Puisi Untuknya

Monday, March 30, 2009 0 comments

Puisi Cinta Remaja : Puisi Untuknya

Puisi Cinta Remaja : Puisi Untuknya

Cinta itu tak dapat dipungkiri
Bercokolnya selalu di dalam hati
Masuk mengendap-ngendap tanpa permisi
Atau menyergap mendobrak tanpa disadari

Cinta yang telah lama terpendam
Akarnya begitu kuat menghunjam
Tak sedikit orang yang kehilangan malam
Terjaga dengan mata tak dapat terpejam

Aku berlindung kepadaNya agar tak dibuai cinta
Walau tak kupungkiri hati ini telah terbuai olehnya
Satu-satunya cara adalah membuat jarak dengannya
Aku di sini dan ia di sana di rumahnya

Mudah-mudahan hatiku terjaga dengan sementara jauh darinya
Kutitipkan cinta kepada yang menciptakanNya
Karena dialah yang berhak untuk berikan kepada yang dikehendakiNya
Tapi di sudut lain, aku bersimpuh berdoa kepadaNya

Agar cinta itu tak diberikan kepada siapa-siapa
Karena aku ingin hidup bersamanya
Merajut hidup penuh berkah dalam sakinah mawaddah wa rahmah
Di jalan kehidupan yang panjang dan tak mudah
Mudah-mudahan doa ini diijabah dan cintapun bersemi indahDescription: Puisi Cinta Remaja : Puisi Untuknya Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Puisi Untuknya

0 comments

Puisi Cinta Remaja : Syairku

Puisi Cinta Remaja : Syairku



Entah sejak kapan kau menjadi gerimis
Di hatiku yang tandus kering kerontang
Pohon-pohon cinta mulai tumbuh
Lama-kelamaan akarnya semakin kuat

Menghunjam begitu dalam ke dasar hati
Kata-kata ini hanyalah sedikit bahasa perasaan
Perasan yang sejak lama kupendam sendiri
Walaupun ada beberapa orang yang tahu dan paham

Arti bahasa tubuh, gerak-gerik dan raut wajahku
Kalau di hatiku bersemayam seseorang yang kudamba
Ku pijakkan kaki di bumi para Nabi
Tuk sejenak rehatkan pikiran dan hati

Dari penatnya mendamba yang belum pasti
Lebih baik kucari ilmu yang jelas lebih berarti
Andai Allah memertemukanku denganmu
Maka itulah harapan dan doaku jika kau tahu

Salahkah bila ku berdoa dan berharap kepadaNya?

Jika aku memintamu Kepada Yang memilikimu
Lantas kepada siapa lagi aku memohon selain kepadaNya
Aku hanya ingin kau mendoakanku
Agar jangan cinta ini membuatku terbuai

Karena kita tahu kalau hidup bukan hanya untuk cinta
Ada hal penting yang menunggu di depan kita
Tolong jelaskan kepadaku wahai yang didamba
Sungguh aku bodoh jika berhadapan dengan cinta

Bagaimana menjaga perasaan yang begitu liar ini?

Hari ini ia terungkap lewat kata-kata
Yang mungkin tak disangka dan sudah kau pahami kemana arahnya
Satu kata penutup dariku
Yang merangkum seluruh kecerobohanku

”Maaf” jika kukatakan yang sebenarnya

Mudah-mudahan perasaan ini bukan luapan sesaat
Bak cerah yang berganti mendung
Mudah-mudahan perasaan ini tak berubah
Sampai kaki menapak jejak di negeri sendiri
Jika Allah masih mengizinkanku bertemu denganmu

Ramadhan 1429 H

asri rosdiana

Syair ini saya
tulis untuk seseorang bernama Asri Rosdiana
ebelum hijab sepanjang sebelas jam perjalanan terbentangDescription: Puisi Cinta Remaja : Syairku Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Syairku

0 comments