Showing posts with label Puisi Remaja. Show all posts
Showing posts with label Puisi Remaja. Show all posts

Tak Lagi Mampu

Puisi Cinta Tak Lagi Mampu

aku tertunduk
saat sorot mata tajamnya menatapku...lekat
menusuk ke relung hatiku
mempertanyakan gundahnya
kata yang seharusnya indah
terdengar seperti tak berirama
jangan tawarkan kebahagiaan
jangan jaminkan kehidupan
jangan janjikan kesetiaan
bila kau tak mengerti itu apa
dan jangan biaskan cinta
karena ia adanya di rasa
dan aku sudah tak punya
bahkan sedikit sisapun tak ada
jangan!!!!
jangan bertamu mengatas namakan cinta
karena tak akan kusuguhi dengan nikmatnya cinta
walaupun hanya sedikit kata indah
tak kan pernah
aku tak lagi mampu mencintaDescription: Tak Lagi Mampu Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Tak Lagi Mampu

Wednesday, March 28, 2012 0 comments

Pertanyaan?

Jelaslah,
Aku sedang dalam Neraca
Itu bukan Neraca,
Namun, itu sebuah pilihan
Aku harus memilih
Antara Cinta atau Benci
Itu dulu, ...

Sekarang,
Aku dalam ayunan
Diayun Setan
Berayun dalam Bimbang

Bimbang, ...
Jika memilih dua impian,
Hanya mimpi ?
Mungkin aku ingin yang cantik

Namun,
Itulah mimpi belaka
Yang pernah datang,
Dihadirkan lamunan,
Lenyap ditelan kenyataanDescription: Pertanyaan? Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Pertanyaan?

1 comments

Puisi Cinta Remaja : Cinta Itu Menyakitkan

Cinta itu menyakitkan
Walaupun kadang bikin bahagia
Tapi percuma kalau semua itu bukan milik aku
Huhu........
SAKIT

Syair oleh Novita Angel Queena

-batas-



Description: Puisi Cinta Remaja : Cinta Itu Menyakitkan Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Cinta Itu Menyakitkan

Monday, December 5, 2011 0 comments

Dahan Cinta Berguguran Akibat Rindu

Permasalahan menghujam tumpang tindih saling mendahului…
Menyelinap menembus benalu alam tuk mengusik kegundahan kalbu,,,
Perlahan,,,, dan menusuk kedalam raga pujangga cinta,,,
 
Tak sedikit dahan-dahan cinta berguguran akibat rindu...
Membius dan melenakan fana ku,,,
 
Namun semua tak berarti,,,,
Samudera hati ku,,,,
Luas membentang menerima semua peristiwa,,,,
Akar ku kuat menghujam menerjang badai asmara,,,,
 
Mendekatlah pada ku,,,
Kan kuselimuti engkau dengan awan abadi
Kasih sayang sejati,,,,
 
By : Pangeran Abadi
Description: Dahan Cinta Berguguran Akibat Rindu Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Dahan Cinta Berguguran Akibat Rindu

Sunday, November 20, 2011 0 comments

Puisi Cinta Terbaru : Rindu Dalam Sebuah Harap

Dalamnya hati akan tak sedalam rinduku yang mendera
Entah kinipun aku tak mau tau apa itu kebahagiaan dan kesedihan
Ku hanya ingin tau cinta yang terus merindu

Dalam keberhasamaan ini ingin ku sampaikan
Pada sahabat, tentang kegundahan hatiku
mungkin ada yang tau, mungkin ada yang mencerahkan hatiku
karena simbol kehidupan itu adalah cinta dan persaudaraan

salam persahabatan selalu
by : pengelana senja
Description: Puisi Cinta Terbaru : Rindu Dalam Sebuah Harap Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Terbaru : Rindu Dalam Sebuah Harap

0 comments

BILA CINTA PERGI

BILA CINTA PERGI
Bogor, 6 Juni 2011
Bila kau tak mencintaiku lagi
Suatu saat nanti
Dan rasa sayang sudah tak sanggup menahan hati
Apakah kau akan tetap pergi?
Disaat kebersamaan sekian lama sudah tak cukup jadi referensi
Masihkah angan kita menjadi tua bersama
Bisa memberi alasan untuk tinggal?
Disaat ketulusan tak lagi menarik perhatian
Masihkah komitmen yang kita jaga
Mampu menggodamu untuk tak berpaling?
Disaat jarak tak lagi menghilangkan kejenuhan
Masihkah mimpi indah yang kita jalin
Akan menyegarkan keletihan batin?
Disaat kesabaran tak jua mendekatkan pada ujung penantian
Genggam tanganku dan tatap mata ini
Apakah itu sudah tidak punya arti?
Disaat apa yang aku punya sudah tak cukup memberi
Masihkah seluruh hati yang kau minta dan kuberi
Membuatku jadi pilihan?
Bila cinta tak tersisa lagi Suatu masa nanti
Dan yang kutawarkan tak sanggup mengisi
Maukah kau menemani hanya sampai esok hari
Karena malam ini akan ku untai lagi
Segala yang kita miliki dan lewati
Sebelum semuanya akan tinggal memori
Saat kau memutuskan untuk tak kembali
Description: BILA CINTA PERGI Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: BILA CINTA PERGI

0 comments

Puisi Cinta Remaja : Rindu dalam sebuah harap

Dalam sebuah kesendirian, 
Rindu ini selalu menemani, 
Bayang2mu pun menjadi sulit kuhapuskan, 
inginku melepas semuanya, 
Tapi bisikan harapan menguatkan kesetiaan ini,  
Dan membanggakan diriku, 
Sambil ku tutupi rasa malu, 
Jika engkaupun ada didepanku, 
aku pun tak yakin sanggup menyapamu, 
Bahkan memandangmu kini pun sudah tak mampu. 
Aku lelaki yang kuat namun telah terlemahkan olehmu, 
Semenjak kau berikan cintamu kepada orang lain, 
kemudian kau pupuskan cintaku. Description: Puisi Cinta Remaja : Rindu dalam sebuah harap Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Rindu dalam sebuah harap

Tuesday, September 20, 2011 0 comments

Puisi Cinta Remaja : Akhi Nikahi Aku

Akhi, tunggu aku ditempat saat kau mengkhitbahku
Cinta hanya menyisakan lelah
Lelah yang berkepanjangan,
seperti menahan tangan diantara mulut buaya
Satu tetes keringat yang menetes, maka matilah aku  
Akhi, nikahi aku 
Pesonaku apa tak cukup untuk menguburkan janjimu pada seribu wanita 
Ingin sekali mengukir kata "i miss u" diatas batu 
Lalu kulempar ke jidatmu 
Agar kamu tahu kalau rindu itu sakit Description: Puisi Cinta Remaja : Akhi Nikahi Aku Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Akhi Nikahi Aku

2 comments

Puisi Cinta Remaja : Jalan Buntu

Jalan Buntu

Ini jalan telah buntu

tak ada lagi pintu

tak juga celah bagi angin lalu

Ibarat tangan

kau sudah berbimbing

aku yang harap memasang cincin

cuma menampik seperti 'Seudati*

bertepuk di luka (dada) sandiri



sejak itu,

kurelakan saja hati

di pasung sunyi
Description: Puisi Cinta Remaja : Jalan Buntu Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Jalan Buntu

Friday, March 4, 2011 3 comments

Puisi Cinta Remaja : Sembilu

Sudah kuingatkan bahwa tidak mudah bagimu
Tuk lupakan aku
Bukan karena aku begitu istimewa,
Atau berharga
Tapi memang karena aku sungguh sayang....

Telah berbulan rinduku tertahan
Karenamu sudah tiada mau indahkan
Dan juga tuk mengganggumu pun sudahlah sungkan

Apa yang kita punya tak bisa digadai
Yang sudah terjalani, semata ikhlas dan cinta hati

Sungguhpun bila kini dirimu merasa rindu
Begitupun aku

2002-2011

RomeO adi-S
Description: Puisi Cinta Remaja : Sembilu Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Sembilu

0 comments

Puisi Cinta Remaja : Perpisahan

Sekejap aku merasa hadirmu hari itu...
Memikatku....
Dalam sikap acuh dan lugu
Perlahan peduli dan jatuh hati silih berganti
Aku merasa rindu


Hari itu tahun dua ribu empat
Hati telah kita peluk erat
Walau kadang lalai aku meminangmu
Dalam kita bercinta...
Tapi sabar dan akal mu selalu buatku

Kini entah kau dimana
Setelah cerca dan buruk sangka
Sungguh aku merasa rindu.....

Blok M,Feb 2011

Powered by
Romeo Adisatrio
Description: Puisi Cinta Remaja : Perpisahan Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Perpisahan

0 comments

Puisi Cinta Remaja : Patah

Bagaimana mungkin

Rasa ini tak kan menyiksaku

Penyakit hampir, penawar jauh



Guncangan yang kurasakan

Saat mata beradu

telah meruntuhkan segala ego dari ruhku

dan gelegak nyala ini,

jika tidak kau yang padamkan, lalu siapa !!



Barangkali

Hatiku akan patah

Sebab kau tak pandai menimbang rasa



Aku terbangun sepanjang malam

dirajam rindu, dihempas kegamangan

maka, ku pilih jalan paling pilu

dan mulai menangisimu



rasa ini telah menembus batas idaman

terberai begitu derai begitu tulus

entah ada artinya bagimu ?

aku takut atas sikapmu

aku takut pada ketakutanku



Boleh jadi

Rasa inilah yang akan membawaku mati

Sebab kau sangat lihai mematahkan hati



Subbulussalam, Nov. `06

= Aimee =
Description: Puisi Cinta Remaja : Patah Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Patah

0 comments

Kado Terindah

Sepasang pengantin baru saja mengakhiri masa lajangnya. Baru saja mengucapkan sebuah kalimat singkat padat dan dalam penuh makna, ucapan akad nikah seraya berjanji dalam hati bahwa masing-masing akan berazam pada dirinya sendiri, bahwa pernikahan yang akan dijalaninya nanti, keluarga yang akan dibentuknya nanti akan berlandaskan cinta kasih, berpondasikan ketaatan pada Allah, beratapkan sunnah dan memagarinya dengan kasihsayang dan rasa saling percaya. Malamnya sebelum keduanya menikmati rizki yg diberikan oleh Allah, keduanya saling memberikan sebuah hadiah berupa kado berisikan surat tentang impian-impian masing2, tentang asa dan harapan, tentang keinginan dan cita-cita juga tentang kelebihan dan kekurangan dirinya.

Pertama kado sang suami pada sang istri.




Assalamualaikum wrwb.
Untuk adindaku sayang,
Aku sangat bersyukur kepada Allah atas pernikahan ini, atas dipilihnya engkau sebagai pendampingku atas dipilihnya engkau sebagai kekasihku. Aku juga bersyukur bahwa Allah telah mempertemukan aku dengan mu untuk menjalani sisa kehidupan ini bersamamu.

Adindaku sayang,
Aku adalah orang asing bagimu, dan engkau adalah orang asing bagiku. Kalau bukan karena mengharap ridha Allah atas pernikahan ini, tentu engkau akan memilih orang dekat yg engkau ketahui latar belakangnya, tapi karena engkau memilih Allah sebagai pelindungmu atas segala bahaya yg akan datang padamu, atas segala nikmat yg akan tercurah kepadamu maka engkau memilih aku sebagai suamimu meskipun aku sangat asing bagimu. Maka dengan itu pula akupun berdoa kepada Allah semoga engkau selamat dari bahaya yg timbul karena menikah denganku dan semoga rahmat Allah dapat tercurah kepadamu melalui pernikahan ini.

Adinda sayangku.
Aku bukanlah manusia sempurna yang terbebas dari salah. Aku hanyalah seorang hamba yg ingin menyempurnakan separuh agama, melaksanakan sunnah nabi seperti para sahabatku lainnya. Aku hanyalah seorang pengembara yang baru saja menemukan pulau tambatan hati, setelah sekian lama terombang-ambing dalam gelombang kebingungan dan kebimbangan, hingga Allah menurunkan rizkinya kepadaku berupa dirimu, sebagai tempat pelipur lara, sebagai tempat berkasih sayang, sebagai tempat berkeluh kesah, sebagai tongkat penunjuk jalan, sebagai pelita dalam kegelapan, sebagai embun dikala dahaga, sebagai tempat berteduh dikala panas, sebagai selimut dikala dingin, sebagai peredam duka dikala emosi, sebagai tempat berpangku mesra dikala gundah gulana dan sebagai tempat mengadu dikala ragu dan buntu.

Adindaku, Aku menyadari siapa diriku, maka aku tak ingin meminta lebih kepadamu, aku tak ingin engkau secantik Zulaikha,atau secerdas Aisyah, atau sezuhud Khadijah atau semulia Maryam. Aku juga tak ingin engkau sesolehah Asiah tetapi bersuamikan firaun. Aku hanya ingin engkau seperti apa adanya, yg menangis dikala sedih, yg marah dikala terluka dan tersenyum dikala bahagia. Aku tidak menginginkan engkau sesempurna istri sang nabi, sebab aku sadar bahwa aku pun tidak sesempurna beliau. Yang aku inginkan adalah bahwa kita saling menjaga agar bisa meneladani sikap mereka.

Adindaku...
Jika engkau mengharap harta dariku, ketahuilah aku hanyalah seorang pemuda biasa, yg penghasilannya dapat engkau lihat sendiri. Aku juga bukan pengusaha yg mungkin bisa mewujudkan semua impianmu dengan uang mereka. Tapi jika engkau berpendapat bahwa harta dapat membawa kita kepada syurga, atau kefakiran bisa membawa kepada kekufuran, aku setuju dengan mu. Tapi aku bukanlah Abdurrahman bin auf, atau Abu bakar shiddiq atau ustman bin affan, yg dengan hartanya bisa membawa mereka ke pintu syurga. Aku mungkin hanya bisa menjadi Abudzar al giffari, yg hidup dalam kesendirian dan mati dalam kesendirian. Hanya iman yg ia bawa dan istri yg setia yg menemani pada saat-saat terakhirnya.

Adinda ku..
Justru dengan keberkahan yg insya Allah hadir bersamamu, kita bisa bersama-sama mengumpulkan harta sebagai bekal untuk akhirat kita. Justru dengan pernikahan ini semoga Allah membukakan pintu-pintu rezeki dari arah yg kita tidak sangka-sangka.

Adindaku sayang..
Saat mengetahui engkau menerima khitbahku. Aku menangis terharu, bumi yang ku pijak seakan bergoyang. Aku tak kuasa menahan rasa bahagia saat itu, saat engkau menyetujui lamaranku. Penantian panjang dan melelahkan yg menghabiskan hampir separuh nafas para pemuda dan pemudi, yg membuat mereka terbangun dikala malam, mengadukan nasibnya pada illahi rabbi, menangis disela-sela rintihan dan doa seraya bertanya kapan masa itu akan hadir menjemput mereka.

Masa-masa yg menggetarkan jiwa, menyenangkan hati dan membuat orang normal seperti orang kekurang akal, masa yang hakikatnya seperti berjalan diatas titian besi panas hingga mampu menjerumuskan mereka yg tidak sabar akan datangnya masa bahagia itu. Adindaku, tibanya masa itu merupakan rahmat yg tiada tara bagi para hamba yang bersyukur, yang menyadari bahwa pernikahan itu adalah sebuah perjuangan dan bukanlah sebuah permainan.

Sayangku...
Jika engkau mengharapkan ketampanan, kesempurnaan fisik dan penampilan, ketahuilah aku hanyalah seorang manusia biasa, yg lahir dari benih ayah dan ibuku, yang rupa dan bentuk fisiknya tak bisa aku inginkan sesuai mauku. Aku hanya menerima takdir tuhan, beginilah diriku adanya. Aku tidak setampan nabi Yusuf, tidak segagah nabi Daud, tidak sekuat Umar bin khatab, tidak sehalus Usman bin affan, tidak sepintar Ali bin abi thalib, dan aku juga tidak sesabar Abu bakar shiddiq. Jika engkau menginginkan semua sifat itu ada padaku, maka aku berlindung kepada Allah, atas kelemahan diriku. Tapi jika engkau mendoakan aku memiliki salah satu saja sifat mulia mereka, maka aku bersyukur kepada Allah atas doamu itu dan juga atas berlipatnya rizkiku karena menikah dengan manusia pemilik doa sepertimu.

Adindaku, aku dan engkau akan tahu, kita akan menghadapi masa-masa yang akan datang bersama-sama, masa yang kadang indah untuk dikenang, atau pahit untuk diingat. Semua tergantung seberapa besar hati ini mau melapangkan jalan untuk menerima apapun kondisi itu. Sayangku, Jika salah satu sudut hatimu pada saat ini sudah terisi untukku, maka sudut-sudut yang lain isilah dengan rabb pencipta alam semesta.

Jangan kau isi semua sudut hatimu dengan diriku atau dengan yanglain kecuali Tuhan mu, sebab aku tidak akan sanggup menjaga mu bahkan menjaga hatimu, hanya Allah lah yang bisa menjagamu, menjaga hati dan jiwamu, menjaga fisik dan ragamu. Kamu mungkin bisa melupakan aku jika aku berbuat kesalahan, kamu bisa saja membuang sudut hati tempatku berpijak dan mengganti dengan orang lain yang sesuai dengan keinginanmu, tapi engkau tidak akan bisa melupakan rabb pemilik hatimu. Dan aku lebih nyaman jika hatimu dikuasai oleh pemilik alam semesta, ketimbang dikuasai oleh aku atau apapun itu.

Adindaku,
Insya Allah kita akan menjalani tahap-tahap usia pernikahan kita,
Pada tahun pertama perkawinan kita, kuharap engkau mau lebih bersabar, mau memahami lebih dalam perbedaan-perbedaan antara kita, sebab kita adalah dua orang asing yang harus mengayuh perahu bersama, jika kita tidak bisa bekerja sama, aku khawatir perahu ini tenggelam ketika baru saja kita meninggalkan pantai.
Pada tahun kedua hingga tahun kelima, kuharap engkau sudah mengerti tentang diriku, tentang sifat dan tingkah lakuku. Saat itu mungkin anak pertama kita akan lahir dan tanggung jawab kita sebagai orangtua baru dimulai.

Aku berpesan kepadamu, kemulyaanmu sebagai seorang ibu baru saja dimulai, jika engkau merasa capek dan lelah janganlah sungkan-sungkan untuk meminta tolong kepadaku. Meski aku tahu pada saat itu mungkin kehidupan kita masih prihatin. Tapi aku yakin anak-anak kita yang masih lucu akan mampu menghapus semua duka lara, letih dan lelah serta rasa capek dan lelah karena tugas kita. Tugasmu sebagai madrasah yang memberi pendidikan agama dan nilai luhur para orang saleh pendahulu kita, dan tugasku membantumu membumikan pendidikan itu.

Pada tahun kelima hingga kesepuluh, mungkin kita akan didera oleh kondisi keuangan karena saat itu kebutuhan kita akan meningkat, anak-anak beranjak ke sekolah dan kebutuhan rumah tangga akan meningkat. Aku memohon kepadamu, bantu aku dengan doa-doamu, dengan dhuha dan tahajudmu dengan zikir dan shodaqohmu, semoga masa-masa sulit segera pergi hingga Allah memenuhi janjinya kepada kita.

Pada tahun kesepuluh hingga keduapuluh, mungkin Allah telah mengalirkan rezeki yang deras kepada kita, kehidupan mulai mapan, kesejahteraan mulai datang, dan anak-anak mulai dewasa. Aku memohon kepadamu, bantu aku menguatkan batin dan jiwaku agar aku tidak terperosok kedalam jurang kenistaan, karena godaan dunia berupa harta tahta dan wanita. Sadarkan aku tentang umur dan usiaku yang mulai menua juga temperamenku yang mulai meninggi dimakan usia. Bantu aku bersahabat dengan anak-anak kita, berikan mereka pengertian tentang arti kehidupan sesungguhnya, karena sebentar lagi mereka akan memilih jalannya masing-masing.

Pada tahun ketigapuluh dan sesudahnya, aku tak tahu apakah kita akan sampai disitu, yang jelas kita akan kembali berdua, anak-anak lelaki kita akan pergi dan anak perempuan akan mengikuti suaminya. Kita hanyalah sepasang manusia renta yang tak bisa melawan takdirnya. Kuingin saat itu, hari-hari kita hanya dipenuhi zikir dan tasbih, dipenuhi munajat dan doa, seraya menunggu utusan Tuhan datang menjemput.

Aku ingin engkau dan aku tetap menjadi pasangan didunia dan akhirat, jadi kumohon kita saling menjaga, saling memberi peringatan dan tausiah agar tujuan pernikahan ini sesuai dengan yang kita harapkan. Terakhir aku ingin kado ku ini menjadi prasasti cinta kita, yang tertanam jauh dilubuk hati, sehingga jika terjadi goncangan, kita selalu kembali ke komitmen awal pernikahan.
Salam bahagia
Suamimu.


Kado dari sang istri.

Assalamualaikum wr.wb.
Untuk suamiku tercinta.
Aku bersyukur kepada Allah atas pernikahan ini, atas rahmatnya yang mengirim engkau untuk menjadi pangeranku. Aku berdoa kepada Allah seraya berkhusnudzon kepada ayahku; sebagai bakti kepadanya; yang menyetujui kamu sebagai suamiku meski aku tak begitu mengenal siapa dirimu. Aku berlindung kepada Allah atas niat yang buruk, atas rencana yang jahat dan atas segala keburukan dari sebuah peristiwa. Aku berserah diri kepada Allah atas pilihanku dan bertawakal kepadaNYA.

Suamiku sayang,
Aku yakin engkau suami soleh yang dikirim oleh Allah untuk ku, Aku yakin kepadamu karena engkau adalah pilihan ayahku dan jawaban dari istikharahku. Aku berharap pernikahan ini adalah pernikahan ku satu-satunya dan engkau adalah suami dunia akheratku. Jika aku tidak sempurna dimatamu, ku minta tunjukan padaku bagaimana cara menjadi istri sempurna, apapun aku lakukan untukmu, asal tidak melanggar syariat yg dibenarkan.

Suamiku sayang,
Ketika ayahku menyetujui aku menikah denganmu, sebenarnya aku kasihan kepadamu, sebab engkau belumlah sekuat ayahku dan setegar dirinya dalam menghadapi sikap dan tingkah lakuku, engkau bagiku seperti pemuda nekat yang datang berjuang dengan tangan kosong tapi aku yakin, ketulusanmu dan kesucian niatmu semoga membuat ridha allah mengaliri pernikahan kita.

Suamiku, sebagaimana sabda nabi bahwa kaum wanita seperti tulang rusuk yang bengkok, maka jika engkau ingin meluruskan aku, luruskanlah dengan kasih sayang dan dalam kondisi yg nyaman, karena jika engkau meluruskan aku dalam kondisi emosi dan tidak nyaman, aku tak yakin bahwa allah akan membantumu melaksanakan maksudmu, bahkan engkau akan menderita karena hal itu.

Suamiku, perlu engkau ketahui, sebagaimana atsar dari aisyah yang menyatakan bahwa perkawinan itu ibarat perbudakan bagi kaum perempuan, maka seyogyanya para wali mencarikan suami yang benar untuk anak atau saudara perempuannya. Maka jika bagimu kau inginkan pernikahan seperti itu, maka aku rela melakukannya, asal engkau bisa membantuku mengangkat derajatku ketempat yang lebih tinggi, agar aku bisa layak masuk syurga karenanya , bukankah dalam islam sangat mudah bagi wanita memperoleh tiket ke surga, ia hanya butuh ridha allah dan ridha suaminya.

Suamiku, sebagaimana suatu ikatan atau perjanjian dimana dalam perjanjian itu tidak boleh ada satupun yang menzhalimi atau merasa didzhalimi yg menyebabkan perjanjian itu menjadi haram dimata Allah, Maka ikatan pernikahan ini kuingin tak ada satupun diantara kita yang merasa dizhalimi atau menzhalimi. Ku ingin engkau mengerti perasaan setiap wanita, ku ingin engkau berempati kepada kaum perempuan, tanpa melanggar syariat yang dibenarkan, ku harap dengan izin tuhan bahwa aku ingin seperti fatimah azzahra, yang tidak pernah dimadu seumur hidupnya oleh Ali bin Abi Thalib. Jika engkau bisa memenuhi harapanku, semoga allah memberikan balasan kepadamu atas kebaikanmu kepada ku, jika tidak maka aku harap keputusan mu itu adalah keputusan yang paling darurat dan tanpa melanggar syariat serta tanpa menyakiti hati seorang manusiapun di muka bumi ini.

Suamiku, aku ingin bercerita kepadamu tentang kemuliaan suatu niat, terutama niat dalam sebuah pernikahan, dimana pernikahan itu akan berkah atau tidaknya tergantung niat awal dari masing-masing pasangan. Suamiku pernahkah engkau mendengar kisah tentang ummu sulaim, sahabat wanita yang dimasa hidupnya telah dijamin oleh Allah masuk syurga, engkau pasti pernah mendengarnya, kalaupun lupa aku akan mengingatkannya tentang itu. Ummu sulaim, seorang sahabat wanita yang maharnya merupakan mahar terindah sepanjang sejarah, maharnya adalah syahadat suaminya meskipun suaminya sebelum itu; ingin memberikan segudang emas dan perak jika ia mau menikah dengannya, tetapi semua ditolaknya. Ia hanya menginginkan keislaman suaminya.

Dari niat yang tulus dan benar itu, melahirkan rumah tangga yang kuat dan dipenuhi keberkahan, keduanya saling menjaga agar senantiasa keluarga mereka dipenuhi keimanan. Suatu ketika anak bungsu mereka meninggal dunia, malamnya suaminya Abu Tholhah baru saja pulang berdagang, tahukan engkau bagaimana ummu sulaim menenangkan suaminya, dijamunya suaminya dengan makanan yang nikmat, serta diberinya pelayanan yang menenangkan jiwa dan raga suaminya, setelah selesai diajaknya suaminya berdialog tentang amanat atau titipan yang harus dikembalikan jika sang empunya mengambilnya kembali.

Tahukah kamu suamiku, rasulpun mendoakan semoga mereka mendapat ganti keturunan yang lebih baik, dan benar saja, kelak benih yang tertanam malam itu melahirkan anak-anak para penghafal alquran dari generasi tabiin.

Suamiku, dari kisah ummu sulaim tadi, aku hanya menginginkan aku dan kamu meluruskan niat pernikahan ini, semoga dengan lurusnya niat kita, memudahkan langkah-langkah kita ke depannya.

Suamiku sayangku, jika engkau menginginkan seorang istri yang saleh, ketahuilah aku bukanlah orang yang engkau maksud, justru aku ingin engkau membimbingku menjadi istri yang saleh, aku tak mau menjadi istri seperti istri nabi Nuh atau nabi Luth, yang mempunyai suami saleh, tetapi kesalehan suaminya tidak membawanya kepada kebaikan sama sekali.

Suamiku, ketika aku menyerahkan kemudi hidupku kepada mu, itu artinya adalah bahwa engkau menjadi pemimpin bagiku, dan bagi anak-anak kita nanti. Jadilah pemimpin yang baik dan adillah terhadap orang yang kamu pimpin. Berhasil atau tidaknya keluarga ini, selamat atau tidaknya bahtera keluarga kita, tergantung kepada dirimu sebagai nahkoda, aku sebagai istri hanya merupakan penumpang yang membantumu menavigasi arah perahu kita, tidak lebih dari itu.

Suamiku inilah yang bisa aku sampaikan kepada mu, tidak ada yang aku inginkan dari pernikahan ini melainkan kebaikan saja, siapapun dirimu, lebih atau kurangnya kamu, aku tak akan melihatnya, keberkahanlah yang aku inginkan dari pernikahan ini. Jika nanti engkau melihat banyak kekurangan pada diriku, itulah aku sebagai manusia biasa yang penuh salah dan dosa, dan jika nanti engkau melihat banyak kelebihan pada diriku, maka bersyukurlah kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepadamu, semoga engkau tidak salah memilih aku sebagai pendamping mu.

Salam hormat dan takzim untuk suamiku,

Dari istrimu.


Selepas membaca kado masing-masing, keduanya saling menangis haru, tiadalah kebahagiaan yang paling sempurna dimuka bumi setelah iman, selain kebahagian diberikan pendamping yang soleh dan solehah, yang akan menjadi sahabat dikala gembira dan menjadi pelipur lara dikala berduka.

Tiada yang dapat mereka ucapkan selain tahmid dan tasybih seraya bersyukur atas nikmat yang sangat besar yang diberikan Allah kepadanya. Para jiwa menjadi tentram dan damai, para hatipun menjadi khusyuk. Ketika Allah telah menurunkan rizkinya kepada hamba, maka nikmat Tuhanmu mana lagikah yang kalian dustakan (Ar-rahman:18)

Site:eramuslim
Description: Kado Terindah Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Kado Terindah

Monday, January 24, 2011 0 comments

Puisi Cinta Remaja : Balada Jejaka Tua




Zaman lelah berlalu

Tapi aku masih sendiri

Ditemani gitar dan lagu sendu

Memeluk sepi dan mimpi-mimpi



Oh..Cinta datanglah padaku !!!

Jangan biarkan usiaku merambati kesendirian,

Apakah aku harus mencarimu diujung pengharapan?



Batang tandus di pinggir kali

Jatuh daunnya kering kerontang

Malang sungguh nasibku ini

Setiap malam kucumbui bayang



Oh ..Tuhan, turunkanlah jodohku!!!

Jangan simpan ia di kayangan sana,

Apakah aku harus menunggu mati untuk menjemputnya?
Description: Puisi Cinta Remaja : Balada Jejaka Tua Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Balada Jejaka Tua

Saturday, September 18, 2010 4 comments

Puisi Cinta Remaja : Sederhananya cinta


Hai hati,mengapa aku terluka rasa?

karena tertolak cinta?

atau oleh hatinya yang ternyata mendua

cinta tak sesederhana susunan kata

terkadang hati ikut berperan bicara

dengan perlahan dia mencabut luka

sehingga sungguh...sungguh semakin terasa

perihnya....
Description: Puisi Cinta Remaja : Sederhananya cinta Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Sederhananya cinta

Sunday, September 5, 2010 1 comments

Puisi Cinta Remaja : Mendewasakan Diri


Hatiku hancur hampir babak belur
Berulangkali kau tusukkan tombak kerajaan
Tepat menancap dihatiku hingga lukanya menjamur
Hanya bicara sedikit cinta kita saling bersikutan

Masih ingat patmo tukang parkir taman proklamasi
Setidaknya darinya kita belajar cara mengasihi
Dengan sisa satu tangan masih bisa melindungi dari air hujan untuk sang istri
Berperanlah menjadi mentari, hadirnya menghangatkan, dan perginya ditunggu-tunggu sebagai tanda berbuka puasa
Ingat, kita sedang mendewasakan diri
Description: Puisi Cinta Remaja : Mendewasakan Diri Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Mendewasakan Diri

0 comments

Puisi Cinta Remaja : Dekat lalu menjauh

Puisi Cinta Remaja : Dekat lalu menjauh

ketika semua telah jauh dan tak terkendali
kau genggam tanganku dan menepuk-nepuk punggungku
kau selalu ada ketika semua pergi menjauh dariku
kau selalu mengobati lukaku dan merawatku
kerika suau saat,
aku merasakan getar-getar cinta yang merasuk dalam dadaku
itu sangat membuatku selalu
memperhatikanmu

melihat gerak-gerikmu
dan menatap matamu lama tanpa berkedip
aku mnjadi orang yang
tak ingin kau jauh sedikit pun dariku
kau harus selalu denganku
aku menjadi posesif
karena ku tak ingin ku jauh dariku
dan kau menjauhiku
dengan dan tanpa sadar aku bertanya padamu
apa yng salah dengaku?
Description: Puisi Cinta Remaja : Dekat lalu menjauh Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Dekat lalu menjauh

Monday, June 21, 2010 3 comments

Puisi Cinta Remaja : Coklat Itu


Kenangan tak henti memikirkan coklat berwarna merah muda itu
Kali ini aku terjatuh terlalu dalam hubungan tabu
Dosakah bila malam ini menyambut manis paitnya masa lalu

Bukan untuk mengulang kejadian hari sabtu, coklat berwarna merah muda itu
Description: Puisi Cinta Remaja : Coklat Itu Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Coklat Itu

0 comments

Puisi Cinta Remaja : Terpejam dalam ruang dan waktu


tentang kesalahanku
dalam kekalutan ku
Dalam ragu keindahan kita

KERAGUAN..
saat kau pertanyakan Cinta
dengan dunia yang gelap..
Segelap malam yang pekat...

terpejam dalam ruang dan waktu
terbenam dalam melody rerumputan padang hijau
terbias Indah Pancaran Sukma
tetap tiada jawab

Tersadar
pertanyakan keyakinanku
sedikit menghiburku
Tentang Kamu dan Aku

dalam pejam..
Bertaut dalam satu
kuhitung detik
kurasakan degub jantung berpacu
bersama bayang-bayang malaikatku
seirama untaian nada nafasku
Description: Puisi Cinta Remaja : Terpejam dalam ruang dan waktu Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Terpejam dalam ruang dan waktu

0 comments

Puisi Cinta Remaja : Senja diKota Sinjai 2


Kembali bermain siraman sinar senja

Aduhai...dimataku dayang itu sempurna

Matanya berkedip membentuk bulatan kristal permata

Manisnya mimpi dibalik bukit Camba

Teriakku bangunkan semangat para pemberani

Lantang mengoyak iga-iga penguasa rimba Sinjai

Masih adakah yg terkapar bagai pecundang pejamkan mata ketika melihat musuhnya

Teman...saatnya rayakan pesta kemenangan rakyat jelata
Description: Puisi Cinta Remaja : Senja diKota Sinjai 2 Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Senja diKota Sinjai 2

Friday, April 16, 2010 0 comments