Showing posts with label Puisi Kekasih. Show all posts
Showing posts with label Puisi Kekasih. Show all posts

Puisi Cinta Remaja Terbaru : Cinta dan Kesetiaan

Puisi Cinta Remaja Terbaru : Cinta dan Kesetiaan

perjalanan yang tak pernah ku bayangkan
jalan yang panjang dan sangat melelahkan
perjuangan yang penuh derai air mata juga pengorbanan
menggapai angan dalam cinta dan kesetiaan
mempertahankan jalinan kasih juga karunia tuhan

tapi
aku selalu bersyukur memilikimu
karena hanya dirimu belahan hatiku
sampai nyawa meninggalkan ragaku
hanya dirimu pilihan hatiku

puisi oleh Dwi Sumarsi

-batas-
"awas kakimu digigit ikan, jangan masukkan kedalam air, sudah 1 minggu ini aku tak memberi mereka makan". dan kau beranjak. 
"awas jangan berdiri di tepi kolam, tanah liatnya mudah rapuh". dan kau menatapku. "kalau mundur tolong pelan-pelan, disitu ada pancing yang sedang kupasang untuk makan malam kita" dan kau malah berjalan kearahku. 
"mengapa ya mama gak percaya kalau aku dekat denganmu?" tanyamu. "aku gak tahu" jawabku. dan kau menempalkan bibirmu pada bibirku. "mungkin mama gak rela anak gadisnya dicium anak nakal sepertimu" kau menjawab pertanyaanmu sendiri. "astaghfirullah, bukan aku yang menciumnya" batinku.
powered by Puisi Cinta
Description: Puisi Cinta Remaja Terbaru : Cinta dan Kesetiaan Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja Terbaru : Cinta dan Kesetiaan

Thursday, May 30, 2013 0 comments

Puisi Cinta Remaja : Karena Diriku Pasti Malu





Aku tak tahan mau kesitu
Ada gadis Trisakti berbaju ungu
Plis jangan kencang-kencang menusuk hatiku
Karena diriku pasti malu

Asrama tak selalu jadi satu
Tapi boleh dong aku tahu namamu

Jangan biarkan binar matamu terus menggodaku
Karena diriku pasti malu
Description: Puisi Cinta Remaja : Karena Diriku Pasti Malu Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Karena Diriku Pasti Malu

Friday, January 1, 2010 0 comments

Puisi Cinta Remaja : Jiwa yang Menggaung dari Delhi






Seorang sahabat berkelana ke dunia yang antah berantah baginya
Gandhi yang beku katanya...
Sendiri terselimutkan rindu dan sepi
Hilang jati diri, terjerumus dalam pasak melankolistik

Kerinduan mengorek kesadarannya
Kesadaran akan segala kesalahan
Kesalahan yang telah ditempuh selama setengah tahun lamanya
dan masih ada tahun lainnya yang menunggu

Menunggu untuk sebuah misteri yang akan mengisi segala tangis dan peluhnya

Mata itu telah kering
Lelah menangisi kesendiriannya
Lelah menangisi segala kebodohannya
Lelah menangisi kerinduannya
Namun raga tetap tak dapat berteleportasi dan kembali

Aku tahu...
Hati itu telah berakar...
Mencari tumpuan atas perhentian dan sandaran bagi sang tudung akar...
Dia mencari sang bumipertiwi dan makhluk-makhluk lainnya yang berpijak diatasnya...

Kelak dia akan lahir kembali
Bermetamorfosis menjadi makhluk yang lebih matang...
Dan ketika saat itu tiba semua akan bersorak sorai dan melempar kebanggaan atas dirinya...

Karna tangis, peluh dan kesendirian telah mengajarkannya
Delhi telah membuka mata batinnya
Gandhi yang beku telah melelehkan hatinya
Description: Puisi Cinta Remaja : Jiwa yang Menggaung dari Delhi Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Jiwa yang Menggaung dari Delhi

Friday, December 11, 2009 1 comments

Puisi Cinta Remaja : Yakinlah, Bahwa...



Yakinlah, bahwa itu adalah keputusan terbaik buat kita!
Ketika deru angin tak lagi membisikkan namamu
ketika bintang tak lagi membentuk nomer handphonemu
dan ketika debu tak lagi menangiskan namamu
Lalu semakin jauh
menjauh



Re:[GAME] Puisi Interaktif == Puisi Bersambung episode 1
« Jawab #5 pada: 19 Mei 2009, 02:13:40 »

Yakinlah, bahwa itu adalah keputusan terbaik buat kita!
Ketika deru angin tak lagi membisikkan namamu
ketika bintang tak lagi membentuk nomer handphonemu
dan ketika debu tak lagi menangiskan namamu
Lalu semakin jauh
menjauh

Aku bukan siapa-siapa
tapi kusadar, aku punya hati
kau ajarkan aku tuk setia
sedangkan kau sendiri apa!?

Yakinlah, bahwa itu adalah keputusan terbaik buat kita!
hati yang tak jujur, bertemu dengan hati yang mengharap
hati yang masih mencari, bertemu dengan hati yang letih bertualang
Tuhan yang melakukannya.. mempertemukan kita
untuk kita belajar bersyukur... dan bersabar
Description: Puisi Cinta Remaja : Yakinlah, Bahwa... Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Yakinlah, Bahwa...

Saturday, December 5, 2009 0 comments

Puisi Cinta Remaja : Bukannya Itu Gerimis




Syalala....
Bernyanyi burung mungil diatas dahan kokoh
Temani indahnya mentari dan dua ekor sapi
Hari ini hujan deras apa sekedar gemiricik
Sabda dari dalam saku segera kurogoh

Bermandikan gesekan awan yang menangis
Nuansa rimba berlatarkan romansa
Begitulah irama senyawa bernama gerimis
Kau panggil alam dengan sebutan kekasih
Begitu syahdu ketika bibirmu menyentuh basahnyaDescription: Puisi Cinta Remaja : Bukannya Itu Gerimis Rating: 5 Reviewer: Anonymous ItemReviewed: Puisi Cinta Remaja : Bukannya Itu Gerimis

Saturday, November 21, 2009 0 comments