Menyeringai Sinis

Thursday, October 14, 2004
terasa teduh di teriknya matahari ku dengar rayuanya

seraya berkata :

"tuhan tak pernah beri cobaan hingga lampaui batasan hakiki"

suatu hari.

...

kini jelas tampak dinding itu semakin tebal dan menjulang angkuh,

menyeringai sinis tunjukan taring tanjamnya.

...

mampukah ?

atau batasanku belum tercapai?

...

Penguasa yg maha satu atas namamu aku sangat mencintainya dan sayanginya.

...

inikah takdir ku yang terhadang ataukah memang itu takdirku.

...

jika memang terhadang,ku takkan lelah hempaskan tuk robohkan itu bak riak gelombang pecahkan karang...

ku tetap bertahan.

...

jika memang benar itu takdir ku,

mengapa ini semua ada,

wahai penguasa yang maha bijaksana.

...

"ku nyaman bersamanya,

sempurna menjadi manusia lelaki",

kini ku terhadang tuk bersamanya.



==w==















=============================================================

“Terpuruk dalam kesulitan adalah kunci bagi-

tumbuhnya peluang hebat untuk kita“


(Albert Einstein)

==============================================================









Menyeringai Sinis Reviewed by NajlA On Thursday, October 14, 2004, at 6:47 PM Rating: 5
Saat ini kamu sedang membaca artikel "Menyeringai Sinis" by NajLa pada hari Thursday, October 14, 2004 waktu 6:47 PM, dalam kategori . Kamu boleh menyebarluaskan artikel Menyeringai Sinis ini dengan menyertakan link sumber dari blog ini. Mudah-mudahan Artikel Mengenai Menyeringai Sinis yang ada di blog pom-ponkini bisa bermanfaat bagi semuanya.

No comments: